Berobat ke Dokter Umum Sebelum ke Spesialis

[JAKARTA] Suara Pembaruan – Minimnya ketersediaan dokter umum berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Untuk itu, perlu penambahan dokter umum di sejumlah daerah, termasuk puskesmas. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), jumlah dokter umum di Indonesia hanya 55.000 orang yang harus melayani 210 juta penduduk.

Idealnya seorang dokter umum hanya bisa melayani 2.500. Jika melihat angka ini, di Indonesia se- orang dokter melayani lebih dari 3.800 orang. Hal ini, jelas berdampak terhadap pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Keberadaan dokter umum ternyata belum dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat. Mereka yang menengah ke atas lebih senang langsung berhubungan dengan dokter spesialis,” ujar Ketua PDKI, Sugito Wonodirekso di Jakarta, Senin (24/3).

Menurut dia, jika mengacu kepada sistem jaminan sosial nasional (SJSN), sebelum berobat ke dokter spesialis masyarakat seharusnya memanfaatkan dokter umum.

Sebaliknya, lanjut Sugito, masyarakat bawah ternyata lebih memilih berobat ke bidan dan mantri. “Untuk itu tidak sedikit bidan dan mantri berani memberikan obat,” paparnya Sugito menyatakan bidan dan mantri sebenarnya tidak diperkenankan memberi obat.

“Praktiknya juga harus diawasi dokter umum, sebab kewenangan memberikan obat adalah dokter,” jelasnya.

4 thoughts on “Berobat ke Dokter Umum Sebelum ke Spesialis

  1. Penyebaran dokter umum juga bermasalah. Di kota kota besar sudah jenuh dengan dokter umum sementara di daerah terpencil malah kekurangan dokter umum.

  2. ya itulah realita. namun bagi saya, kembali ke daerah merupakan suatu cita-cita semenjak saya pertama kali kuliah di kedokteran. semoga banyak teman sejawat mengikuti langkah ini….

  3. wah..benar pak dokter. masyarakat bawah lebih suka berobat ke bidan atau mantri. saudaraku mengobatkan penderita jantung ke bidan hahaha lucu yah. itupun setelah menggigil selama 2 hari baru diundangkan bidan. setelah minum obat dari bidan baru dibawa opname ke RSU dan baru sehari di RSU langsung meninggal. begitulah gambaran masyarakat bawah yg sangat “ngeman” untuk biaya berobat karena untuk makan sehari2 menyambung hidup sudah sangat prihatin, sementara oknum2 yg mewakilinya ( “nya” disini berarti rakyat) berfoya2 menghabiskan uang hasil korupsi. inilah wajah indonesia saat ini. semoga kesadaran spiritual akan membawa perubaha ke arah yg lebih baik di masa depan. amiin.

  4. ya begitulah… saya sering nyeletuk ke pasien kalo dia bilang sebelumnya membawa anaknya berobat ke bidan….. celetukannya : apakah anaknya udah mau melahirkan bu… kok dibawa ke bidan?? dan tau nggak? mereka hanya tersenyum….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s