Selamat Jalan Dokter

17/05/2008 13:05 Tabir Kejahatan
Sejawat kita yang gugur dalam menjalankan tugas mulia.


Liputan6.com, Medan: Medan, Sumatra Utara, 27 April silam. Tama Borusurbakti begitu tersayat menyaksikan Syahriana Magda menjadi korban pembunuhan di salah satu hotel berbintang di Kota Medan. Ingatan Tama tentang putri sulungnya itu sebelum peristiwa pembunuhan satu persatu memenuhi pikirannya. Sehari sebelum peristiwa itu, sang ibu masih melihat Magda sangat bahagia, yakni saat diwisuda menjadi dokter.

Pada 2002, Magda diterima di Fakultas Kedukteran Universitas Sumut lewat penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) atau tanpa tes. Korban tergolong mahasiswi yang cerdas. Untuk mencapai gelar dokter, cukup ditempuh almarhumah dalam waktu enam tahun dengan indeks prestasi yang membanggakan, 3,37.

Berbeda dengan ayah Magda. Syaiful Syafri mencoba merunut peristiwa sebelum Magda ditemukan tewas. Ahad pagi, putrinya itu pamit ke hotel hendak mengobati kekasihnya Linggom Tambunan yang sedang sakit. Tentu saja Syaiful memberinya izin. Apalagi, itu bagian dari tugas Magda sebagai dokter. “Karena kebiasan anak saya ingin selalu membantu orang……saya tidak curiga,” ucap Syaiful.

Malam itu, dengan kekuatan hati, teman seprofesi Magda harus mengotopsi jasad sahabat mereka. Jalan ini harus ditempuh untuk mengetahui penyebab kematian Magda sebagai bukti awal mencari pelaku pembunuhan. “Yang jelas dia (Magda) kekurangan oksigen. Selain itu ada dua tanda-tanda kekerasan akibat benda tajam di kepalanya,” kata dokter Mistar Ritonga, dokter forensik Rumah Sakit Umum dokter Pirngadi Kota Medan.

Usai diotopsi, jasad Magda dibawa ke rumah duka di Gang Saga, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, untuk disemayamkan. Sementera polisi terus mencari bukti-bukti guna mengungkap pelaku pembunuhan. Sejauh ini, polisi baru mendapat bukti kamar hotel ditemukannya Magda tewas tercatat atas nama Linggom Tambunan. Namun, hingga jasad Magda dibawa pulang, kekasih korban itu tak kunjung muncul.

Tiga hari berselang, Linggom Tambunan ditangkap polisi. Dalam pelarian, Linggom sempat mengirim pesan singkat (SMS) kepada kakaknya. Bukti inilah yang membawa polisi ke persembunyian Linggom. Ia diringkus ketika berada di dalah salah satu bus di kawasan Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Kepada polisi, pria yang sehari-hari bekerja di salah satu kantor cabang bank daerah di Jakarta, ini mengaku semua tindak kekerasan terhadap Magda karena membela diri. Dari SMS yang dikirim kepada kakaknya, Linggom mengaku ingin dibunuh korban pakai obat. Tak hanya itu, api cemburu juga menjadi salah satu pemicu pelaku menghabisi Magda.(BOG/Yudhi Wibowo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s