Penggunaan Tramadol untuk Penanganan Ejakulasi Dini

Harapan baru bagi Sang Edi Tansil.

Kalbe.co.id – Ejakulasi dini (PE) merupakan masalah seksual yang paling sering terjadi pada laki-laki. PE mengenai 25-40% laki-laki. PE mempunyai ciri-ciri kurangnya kontrol volunter (kontrol yang disadari) terhadap ejakulasi. Sebagian besar laki-laki mengalami PE setidaknya sekali dalam hidupnya. Seringnya laki-laki dewasa muda mengalami PE pada saat melakukan hubungan intim untuk yang pertama kalinya, namun untuk selanjutnya mereka belajar untuk mengontrol ejakulasi. Bukti terakhir menunjukkan bahwa intravaginal ejaculation latency time (IELT) rata-rata pada laki-laki usia 18-30 tahun adalah 6.5 menit. Seorang laki-laki disebut menderita PE jika persentil IELT <2.5 (IELT <1.5 menit). PE dapat disebabkan oleh depresi sementara, stres karena masalah keuangan, ekspektasi yang tidak realistis terhadap penampilan diri, riwayat represi seksual, atau kurangnya kepercayaan diri.


PE merupakan masalah mendunia yang tidak memiliki acuan penanganan yang disetujui secara luas. Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) merupakan antidepresan yang digunakan secara luas “off label” sebagai agen farmakoterapi dalam penanganan PE. Namun penggunaan SSRIs dan antidepresan lainnya belum mendapatkan FDA approved. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui agen farmakologi mana yang paling tepat untuk digunakan dalam penanganan PE.

Berikut ini kami sampaikan uji klinik mengenai tramadol yang digunakan dalam penanganan PE.

  1. Salem dkk melakukan studi untuk mengetahui efikasi tramadol dalam penanganan PE. Dalam studi ini IELT digunakan sebagai alat untuk mengetahui efikasi tramadol dalam penanganan PE. Single-blind, placebo-controlled, crossover, stopwatch monitored two-period study dilakukan pada 60 pasien dengan riwayat PE sepanjang hidupnya. Disebut PE jika IELT <2 menit pada 80% hubungan intim yang dilakukan. Tramadol HCl 25 mg diberikan pada 30 pasien sebelum melakukan hubungan intim dan plasebo diberikan pada 30 pasien sisanya selama 8 minggu. Obat ditelan 1-2 jam sebelum melakukan aktivitas seksual dan setidaknya hubungan intim harus dilakukan 1 kali/minggu. Setelah periode 8 minggu, grup yang awalnya mendapat plasebo kemudian ditukar dan mendapatkan tramadol, begitu juga pada grup yang satunya, dan penukaran tersebut dilakukan selama 8 minggu. Antara 2 periode 8 minggu dipisahkan oleh periode 1 minggu dimana seluruh pasien tidak mengkonsumsi tramadol ataupun plasebo. IELT diukur dengan stopwatch setiap kali melakukan hubungan intim dan hasilnya dilaporkan oleh pasien atau pasangan seksualnya. IELT awal (rata-rata ± SD) sebelum diberikan terapi adalah 1.17± 0.39 menit. Pada akhir periode terapi, IELT rata-rata meningkat secara signifikan pada pasien saat mendapatkan tramadol, yaitu 7.37± 2.53 menit (P<0.0001). IELT rata-rata pada pasien saat mendapatkan plasebo adalah 2.01±0.71 menit. Para pasien melaporkan kepuasan mereka akan hasil terapi terhadap kontrol ejakulasi. Kesimpulan : tramadol, obat anti inflamasi yang sudah terbukti keamanannya, menunjukkan potensinya sebagai terapi untuk menangani PE.
  2. Safarinejad dan Hosseini melakukan studi untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan a new serotonergic centrally acting drug tramadol dalam menunda ejakulasi pada pasien PE. 64 laki-laki dengan PE secara acak diberikan 50 mg tramadol (grup 1, n = 32) atau plasebo (grup 2, n = 32) kira-kira 2 jam sebelum melakukan hubungan intim, selama 8 minggu. Sebelum diberikan terapi, dilakukan evaluasi mengenai : riwayat PE, pemeriksaan fisik, IELT, International Index of Erectile Function, dan tes Meares-Stamey. Efikasi dari kedua terapi yang diberikan, dinilai berdasarkan respon pasien terhadap International Index of Erectile Function, dan IELT. 57 pasien (89%) berhasil menyelesaikan seluruh terapi. IELT rata-rata meningkat dari 19 detik menjadi 243 detik setelah pemberian tramadol, sedangkan IELT rata-rata untuk plasebo meningkat dari 21 detik menjadi 34 detik setelah pemberian plasebo (P<0.001). Frekuensi rata-rata hubungan intim dalam seminggu meningkat dari 1.07 menjadi 2.3 setelah pemberian tramadol dan dari 1.1 menjadi 1.3 setelah pemberian plasebo (P<0.05). Nilai domain kepuasan setelah melakukan hubungan intim berdasarkan International Index of Erectile Function, meningkat dari 10 menjadi 14 setelah pemberian tramadol dan dari 11 menurun menjadi 10 setelah pemberian plasebo (P<0.05). Tidak terdapat penghentian terapi akibat efek samping dari pemberian tramadol maupun plasebo, namun efek samping akibat pemberian tramadol lebih banyak dibandingkan dengan plasebo (P<0.05). Kesimpulan : tramadol memperlihatkan hasil yang lebih baik secara bermakna dalam IELT dan kepuasan hubungan intim dibandingkan dengan plasebo.

12 thoughts on “Penggunaan Tramadol untuk Penanganan Ejakulasi Dini

  1. wah… bagaimana & dimana kerjanya ya?
    berarti selama ini (secara tidak langsung) pasien-pasien saya jadi “jagoan kasur” ya..,
    karena saya pakai analgetiknya tramadol, yang 50mg lagi..
    punya laporan jurnal & risetnya dok?

  2. Baru dengar dari beberapa websites tentang tramadol dapat membantu Pasien PE atau EDi. Ini Masih dalam taraf percobaan atau sudah pasti boleh. Atau penggunaan jangka panjang ada efek samping yang kita tidak inginkan?

  3. Sungguh artikel yang menarik, perkenalkan kami adalah Rumah Sakit Bersalin Lombok Dua Dua. Kami bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik. Melalui motto: “Serasa melahirkan dirumah sendiri”, Rumah Sakit Bersalin Lombok Dua Dua Surabaya akan memberikan pelayanan dengan dedikasi tinggi. pelayanan kebidanan dan kandungan yang aman, efektif dan bermutu dalam suasana kekeluargaan yang kental dengan sentuhan penuh kasih sayang. More info (031)7526071

  4. Memang terbukti Tramadol,awal’y sy coba2 obat ne bs buat ply apa gk.Sy minum 2 lgsg tp gk ada reaksi apa,tp lama klamaan bdan sy trasa kebal dan penis sy trasa tebal.Merasa penis tebal sy coba onani ternyata sperma sy susah keluar.

  5. saya 7 thun pemake obat ini semenjak saya pake saya pernah sekali merasakan kejang kejang ,dan cara buat sadar cukup minum susu beruang karna air kelapa susu dll saya sudah coba tidak mempan,sekarang obat tramadol makin hari makin mahal,mohon untuk kalian yg merasa belum ketergantungan mending gausah,bagi kalian apa lagi yg merasa orang tidak mampu (miskin) mending jangan deh karna apa?karna dimana kita gapunya uang mau beli gak bisa SAKIT sekali badan dan males ngapa ngapain jujur saya juga capek tapi syukur alhamdulilah udah sebulan ini saya berhenti dari 7thun ketergantungan trm,
    CARA BERHENTI MENGGUNAKAN TRAMADOL;yaitu
    1.berteman lah sama orang yg ga make trm (pergaulan bebas)
    2.kita itu manusia kita pasti di suatu hari nanti kita sakit APA AJA yg bikin kita ke dokter,,pasti kan dokter itu ngasih kita obat?yaaaa kita makan obat dari dokter apapun itu turutin perintah dokter,dan apabila kita minum obat dari dokter jangan coba coba minum obat trm juga STOP trm selama paling lama 3 minggu selama kalian minum obat dari dokter dengan sendirinya kalian tidak nafsu lagi buat minum trm …gak percaya??coba aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s