Talk show tentang tbc di vis fm banyuwangi

Banyuwangi, 26 maret 2008

talk-show-vis-fm-260308-01.jpgAgenda penting hari ini adalah menjadi pembicara di acara talk show kesehatan di radio VIS FM Banyuwangi. Topik yang dibicarakan masih seputar masalah tuberkulosis di indonesia. Berikut ini rangkuman jalannya talk show tersebut.

Mc : mengapa kita perlu membicarakan masalah tbc hari ini ?


Setiap tanggal 24 maret, dunia memperingati hari tbc sedunia. Karena pada 24 maret tahun 1882 Robert Koch ilmuan Jerman mempresentasikan hasil penelitiannya tentang bakteri mycobacterium tuberculose sebagai penyebab penyakit yang akhirnya disebut tbc.
Kuman m.

Penyakit tbc masih merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Resiko penularan setiap tahun (Annual Risk of Tuberculosis Infection – ARTI) di Indonesia cukup tinggi dan bervariasi antara 1-3%. Pada darah dengan ARTI 1% berarti setiap tahun diantara 1000 penduduk ada 10 orang akan terinfeksi. Sebagian besar yang terinfeksi tidak akan menjadi penderita TBC, hanya sekitar 10% dari yang terinfeksi akan menjadi penderita TBC. Artinya, dengan ARTI 1%, diantara 100.000 penduduk rata-rata terjadi 100 penderita tbc setiap tahun, dimana 50 penduduk BTA positif.

Mc : apa sih penyakit tuberkulosis itu ?

Tuberculosis Adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ lainnya. Tuberculosis berbentuk batang, sifatnya tahan asam (BTA) dan pewarnaan. Kuman ini cepat mati oleh sinar matahari langsung. Dapat hidup beberapa jam ditempat gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh dapat dormant selama beberapa tahun.

Mc : bagaimana cara penularannya ?

Cara penularan melalui droplets (percikan dahak) menyebar melalui udara bebas dan bertahan beberapa jam pada suhu kamar. Setelah masuk kedalam tubuh penderita, kuman dapat menyebar melalui sistem pembuluh darah, saluran limfe, saluran nafas atau menyebar secara langsung kebagian tubuh lainnya.

Daya penularannya ditentukan banyaknya m. Tbc ditemukan dalam saluran pernapasannya. Makin tinggi derajat positifnya makin menular, dan sebaliknya. Kemungkinan seseorang terinfeksi ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

Infeksi primer terjadi saat pertama kali penderita terpapar kuman tbc. Droplet yang sangat kecil terhirup melewati sistem pertahanan mukosilier bronkus, sampai di alveolus dan menetap disana. Infeksi dimulai ketika kuman tnc berhasil berkembang biak dengan membelah diri di paru, yang mengakibatkan terjadinya peradangan. Saluran limfe akan membawa kuman ke kelenjar limfe disekitar hilus paru dan ini disebut kompleks primer. Waktu terjadinya infeksi sampai pembentukan kompleks primer sekitar 4-6 minggu. Adanya infeksi dibuktikan tuberkulin tes yang positif.

Kelanjutan setelah infeksi primer tergantung banyaknya kuman yang masuk dan besarnya respon imunitas tubuh. Umunya reaksi itu akan menghentikan perkembangan kuman tbc. Meskit demikian ada beberapa kuman akan menetap sebagai kuman persister atau dormant. Kadang-kadang daya tahan tubuh tidak mampu untuk menghentikan perkembangan kuman, akibatnya dalam beberapa bulan yang bersangkutan akan menjadi penderita tbc. Masa inkubasi diperkirakan 6 bulan.

Tuberkulosis pasca primer terjadi beberapa bulan atau tahun sesudah infeksi primer. Karena daya tahan tubuh menurun akibat terinfeksi HIV contohnya, atau status gizi yang buruk. Ciri khas tb pasca primer adalah adanya kerusakan paru yang luas dengan terjadinya kavitas atau efusi pleura.

Mc : bila sudah menderita tbc, apakah ada komplikasinya?

Komplikasi penderita tbc antara lain :

  1. hemoptisis berat (perdarahan saluran nafas bawah) berakibat shock dan kematian karena jalan nafas tersumbat.
  2. kolaps lobus akibat retraksi bronkial.
  3. bronkhiektasis (pelebaran bronkus setempat) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan) pada paru.
  4. pneumothoraks (adanya udara dalam rongga pleura) spontan.
  5. penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal dll.
  6. insufisiensi kardio pulmoner

Mc : misalnya ada seseorang terkena tbc namun tidak diobati, kira-kira apa yang akan terjadi ?

Tanpa pengobatan, setelah 5 tahun 50% penderita akan meninggal, 25% akan sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi, dan 25% sebagai kasus kronik yang tetap menular.

Mc : apa saja gejala-gejala penderita tbc ?

Gejala utama tbc adalah batuk terus menerus selama 2-3 minggu atau lebih. Gejala tambahan :

  1. dahak bercampur darah.
  2. batuk darah.
  3. sesak napas atau nyeri dada.
  4. badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, rasa kurang enak badan (malaese), berkeringat dimalam hari walau tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari 1 bulan.

Mc : bagaimana mendiagnosis tbc, apakah perlu foto rontgen ?

Ada beberapa cara mendiagnosis tbc :

  1. pemeriksaan sputum BTA sewaktu-pagi-sewaktu.
  2. pemeriksaan rontgen dada
  3. biakan (kultur) dahak
  4. uji tuberkulin
  5. uji serologi
  6. uji PCR

Klasifikasi penyakit :

  1. tuberkulosis paru.
    1. Tuberkulosis paru BTA positif.
    2. Tuberkulosis paru BTA negatif
  2. tuberkulosis ekstra paru
    1. ringan. Kelenjar limfe, pleuritis eksudativa unilateral, tulang (kecuali tulang belakang), sendi dan kelenjar adrenal.
    2. Berat. Meningitis, milier, perikarditis, peritonitis, pleuritis eksudativa dupleks, tulang belakang, usus, saluran kencing dan alat kelamin.

Mc : bagaimana pengobatan tbc ?

Jenis obat.

  1. isoniazid.
  2. rifampisin.
  3. pirazinamid.
  4. streptomisin.
  5. etambutol.

Pengobatan diberikan dalam 2 tahap yaitu tahap intensif dan tahap lanjutan. Tahap intensif ditujukan untuk membunuh kuman yang akitf. Dilakukan pada 2 bulan pertama dengan kombinasi obat yang banyak. Tahap lanjutan ditujukan untuk membunuh kuman yang mungkin dormant. Waktunya lebih panjang namun dengan kombinasi obat yang lebih sedikit dibandingkan fase intensif.

Mc : apabila sudah diobati, bagaimana mengetahui apakah bakteri tbc sudah hilang ?

Setelah melewati 6 bulan (minimal) masa pengobatan, diakhir pengobatan biasanya dilakukan pemeriksaan dahak ulang SPS. Dicari lagi apakah masih ada kuman tbc atau tidak. Bila perlu dilakukan pemeriksaan rontgen ulang dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan hasil foto sebelumnya. Disamping itu juga dilakukan pemeriksaan fisik si pasien. Pasien dengan penambahan berat badan, perbaikan nafsu makan sedikit memberikan gambaran tentang adanya perbaikan secara klinis. Intinya dilihat beberapa indikator dibawah ini :

  1. demam biasanya hilang dalam 1-2 minggu
  2. batuk biasanya hilang dalam 1 bulan
  3. perbaikan gambaran rontgen dalam 3 bulan
  4. adanya perbaikan hasil pemeriksaan sputum bta

Mc : apakah ada efek samping pengobatan ?

Bisa terjadi. Bila ada dicari jenis obat mana yang menimbulkan efek samping. Untuk itu, akan diambil keputusan perlukah jenis itu dihentikan sementara atau tidak.

Mc : selama ini pemberantasan tbc banyak dilakukan di lini puskesmas. Bagaimana peran rumah sakit dalam upaya ini ?

Rumah sakit merupakan tempat rujukan bagi penderita tbc dengan penyulit

One thought on “Talk show tentang tbc di vis fm banyuwangi

  1. mkasih banget y..untuk informasinya!!saya banyak berharap untuk para penderita bukan hanya obat yang bisa menyembuhkan tapi perhatian dan kasih sayang juga banyak diperlukan bukan hanya untuk penderita tbc tapi untuk penderita lainnya..skali lagi terimakasih ya informasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s