ASGE mengeluarkan pedoman penanganan endoskopi untuk dispepsia

asge-logo.jpgKalbe.co.id –

American Society for Gastrointestinal Endoscopy (ASGE) mengeluarkan pedoman penggunaan endoskopi dalam penanganan dispepsia, ketidaknyamanan yang meningkat dari saluran cerna, yang berdampak pada seperempat populasi di negara-negara Barat. Endoskopi adalah suatu prosedur yang menggunakan instrumen untuk mengevaluasi bagian dalam esofagus, lambung dan usus kecil. Pedoman yang disiapkan oleh ASGE’s Standards of Practice Committee, muncul dalam jurnal Gastrointestinal Endoscopy bulan Desember 2007. Endoskopi dilakukan oleh seorang dokter yang terlatih baik disebut ahli endoskopi, yang menggunakan teknologi terkini untuk mendiagnosis dan menangani penyakit saluran cerna. Dengan menggunakan tabung tipis fleksibel yang disebut endoskopi, seorang ahli endoskopi mempu mengakses saluran cerna tanpa melakukan menyayatan melalui saluran alami. Endoskopi dirancang dengan pencahayaan intensitas tinggi dan ditempelkan dengan peralatan presisi sehingga memungkinkan pemantauan dan penanganan sistem saluran cerna. Dalam kebanyakan kasus, penapisan atau penanganan kondisi dapat dilakukan melalui endoskopi tanpa perlu sedasi, penanganan atau rawat inap.

Dispepsia dapat menunjukkan sejumlah gejala khusus lebih banyak, termasuk ketidaknyamanan lambung, kembung, anoreksia dan heartburn. Gejala-gejala tidak spesifik ini dapat diindikasikan di dalam diagnosis seperti ulkus peptik, gastro esophageral reflux disease (GERD), gangguan fungsional (dispepsia non ulkus) dan keganasan. Peran endoskopi yang sesuai dalam evaluasi dispepsia merupakan kepedulian pragmatis para gastroenterologis dan penentu penting biaya pelayanan kesehatan.

Todd baron, MD., kepala ASGE Standars of Practice Committee mengatakan sejak dispepsia berdampak pada sejumlah besar orang dengan spektrum gejala yang luas, adalah tidak praktis untuk melakukan endoskopi pada semua pasien dispepsia. Meninjau ulang data medik yang tersedia, mereka menyimpulkan di dalam pedoman ini yang bercirikan umur dan tanda menawarkan pedoman terbaik bagi para dokter dalam menangani pasien dan menentukan apakah endoskopi adalah penanganan yang tepat.

Rekomendasi-rekomendasi ASGE :

  • Pasien dengan dispepsia berumur lebih dari 50 tahun dan atau yang mempunyai tanda-tanda harus mendapat evaluasi endoskopi.
  • Pasien-pasien dengan dispepsia berumur lebih muda daripada 50 tahun dan tanpa tanda-tanda dapat melakukan pendekatan test-and-treat awal untuk H. pylori.
  • Pasien-pasien berumur lebih muda dari 50 tahun dan dan H. pylori negatif dapat disarankan untuk endoskopi awal atau penggunaan jangka pendek obat-obat proton pump inhibitor (PPI).
  • Pasien dengan dispepsia yang tidak ada respon dengan terapi PPI empirik atau dengan gejala berulang setelah trial yang cukup harus menjalani endoskopi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s