Densitometri tulang diikuti penanganan osteoporosis bersifat cost effective pada pria tua

bone-fracture.jpgKalbe.co.id – Menurut John T. Schousboe, MD, MS, dan koleganya dari Park Nicollet Health Service di Minneapolis, Minesota bahwa patah tulang akibat osteoporosis biasa terjadi pada pria tua. Oleh karena itu, Intenational Society for Clinical Densitometry dan Canadian Osteoporosis Society menyerukan (berdasarkan opini para ahli) pengukuran kepadatan tulang bagi semua pria tua. Namun demikian, US Preventive Service Task dan Canadian Task Force on Preventive Health Care tidak membuat rekomendasi untuk menggunakan pengukuran kepadatan tulang pada pria tua.

Tujuan studi ini adalah membandingkan efektivitas biaya densitometri tulang vs tanpa intervensi pada pria tua diikuti selama 5 tahun terapi bifosfonat oral bagi yang ditemukan mengalami osteoporosis, yang didefinisikan skor femoral neck T -2,5 atau kurang.

Menggunakan perspektif sosial dan garis waktu hidup, para peneliti melakukan mikrosimulasi dengan komputer Markov untuk membandingkan hipotesis pria berkulit putih umur 65, 70, 75, 80 atau 85 tahun, dengan atau tanpa fraktur klinis sebelumnya. Simulasi ini memasukkan data menyangkut biaya fraktur dan angka fraktur berdasarkan umur populasi dari Rochester Epidemiology Project (asosiasi fraktur sebelumnya, densitas tulang dan fraktur kecelakaan dari meta analisi yang dipublikasikan) dan studi Osteoporotic Fractures in Men (MrOS), yang mempublikasikan studi cacat akibat fraktur. Sasaran utama adalah biaya per hidup bermutu setahun (quality-adjusted life-year/QALY) yang didapat dengan densitometri dan penanganan osteoporosis yang diikuti vs tanpa intervensi.

Bagi pria berumur 65 tahun atau lebih tua dengan fraktur klinik yang dilaporkan sendiri sebelumnya, dan bagi pria berumur 80 tahun atau lebih tua tanpa fraktur sebelumnya, biaya seumur hidup per QALY yang diperoleh untuk densitometri tulang dan penanganan bifosfonat lanjutan adalah kurang dari  465 juta-an. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya proyeksi ini adalah biaya penanganan bifosfonat oral, khasiat pengurangan fraktur, tingkat kaitan densitas mineral tulang dengan fraktur, angka fraktur dan kecacatan dan kepatuhan pengobatan.

Keterbatasan studi ini mencakup penerapan lamanya terapi yang hanya 5 tahun pada pria kulit putih di Amerika Serikat, kurangnya kemampuan men-generalisasi keputusan penanganan berdasarkan bone mineral density (BMD) yang diukur pada rangka dibandingkan pada pangkal paha, perkiraan kecacatan fraktur dan biaya fraktur berdasarkan studi yang partisipan minoritasnya adalah pria, kurang tepatnya perkiraan khasiat pengurangan fraktur non vertebral dari penanganan bifosfonat oral pada pria tua, dan gagal mempertimbangkan faktor risiko lain untuk fraktur seperti penggunaan jangka panjang glukokortikoid.

Densitometri tulang yang diikuti dengan terapi bifosfonat bagi yang mengalami osteoporosis dapat efektif biaya untuk pria berumur 65 tahun atau lebih yang sudah fraktur sebelumnya dan bagi pria berumur 80-85 tahun tanpa fraktur. Strategi ini juga efektif biaya bagi pria seumur 70 tahun tanpa fraktur klinik sebelumnya jika biaya bifosfonat oral 4,65 juta per tahun.

Tips untuk praktek :

  • Fraktur tulang pinggul akibat osteoporosis umum terjadi diantara pria tua. Fraktur tulang belakang juga cukup prevalen dan berkaitan dengan fraktur tulang pinggul dan tulang lainnya.
  • Densitometri tulang diikuti dengan terapi bifosfonat bagi yang mengalami osteoporosis dapat efektif biaya bagi pria berumur 65 tahun yang melaporkan fraktur klinis sebelumnya atau lebih dan pria berumur 80-85 tahun tanpa fraktur sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s