Itraconazole oral untuk terapi dermatitis seboroik

Kalbe.co.id – Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit inflamasi di mana telah terbukti adanya peran kolonisasi jamur Malassezia pada kulit yang terkena. Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang berlangsung kronik dan kambuhan. Dermatitis seboroik ditandai dengan kemerahan, gatal, dan kulit bersisik, paling sering mengenai kulit kepala (ketombe), tetapi juga dapat mengenai kulit pada bagian tubuh lainnya seperti wajah, dada, lipatan lutut, lengan dan lipat paha.

Suatu studi telah dilakukan untuk menilai efikasi dan keamanan itraconazole kapsul 200 mg/hari selama 7 hari dan penggunaan berturut-turut 200 mg/hari selama 2 hari pertama dari setiap bulan selama 2 bulan berikutnya pada 29 pasien dengan dermatitis seboroik.

Dalam studi tersebut pasien dinilai berdasarkan skor gatal, rasa terbakar, eritema, deskuamasi dan seboroik (setiap skor pada skala 0-4) pada  hari ke-15 (T15), 30 (T30), 60 (T60) dan 90 (T90). Itraconazole kapsul 100 mg diberikan 2 kali sehari selama 1 minggu dan setelah interval 3 minggu, pasien diberi itraconazole kapsul 200 mg/hari selama 2 hari dan dilanjutkan pada 2 hari pertama pada bulan berikutnya. Respon klinis diklasifikasikan menjadi sangat efektif, efektif, sedang atau tidak efektif.

Hasilnya menunjukkan bahwa perbaikan klinis (sangat efektif dan efektif) terjadi pada 83% pasien pada T15, 76% pasien pada T30, 72% pasien pada T60 dan 61% pasien pada T90.

Dibandingkan skor basal, itraconazole kapsul secara bermakna menurunkan skor total rata-rata eritema dan deskuamasi (T0 = 10,44, T15 = 1,98, T30 = 2,97, T60 = 3,15m T90 = 3,30, p<0,0001). Tidak ditemukan kejadian yang tidak diinginkan selama studi.

Dari studi di atas disimpulkan bahwa dermatitis seboroik menunjukkan penurunan inflamasi yang nyata bila diterapi dengan itraconazole. Aktivitas itraconazole oral pada Malassezia menunjukkan bahwa itraconazole kapsul dapat menjadi pilihan terapi oral pertama untuk dermatitis seboroik berat di masa mendatang.

Studi lainnya juga telah dilakukan untuk menilai peran itraconazole oral dalam terapi dermatitis seboroik. Studi ini dilakukan pada 32 pasien dermatitis seboroik di mana semua terapi topikal dan oral lainnya telah dihentikan. Pasien menggunakan hydrocortisone krim 1% 2 kali sehari selama 1 bulan. Sebagai tambahan, mereka juga mendapat itraconazole oral 200 mg/hari selama 2 hari pertama dari bulan pertama dan penggunaan hydrocortisone krim dihentikan. Kemudian itraconazole 200 mg/hari diberikan pada 2 hari pertama dari setiap bulannya selama 11 bulan berikutnya. Pasien di-follow up selama 2 bulan tanpa pengobatan. Skor keparahan dermatitis dinilai pada awal studi, dan pada bulan ke-1, 12, dan 14.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa 28 pasien menyelesaikan studi dan terdapat penurunan skor keparahan rata-rata secara bermakna pada bulan ke-1, 12, dan 14. Pada bulan ke-12, 19 dari 28 pasien menunjukkan perbaikan total dan 3 pasien menunjukkan perbaikan ringan.

Dari studi ini disimpulkan bahwa itraconazole berperan penting dalam terapi dermatitis seboroik.

2 thoughts on “Itraconazole oral untuk terapi dermatitis seboroik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s