Epidemi virus hepatitis B (HBV) di Asia

hep-b-distribution.gifKalbe.co.id – Sebuah konferensi pers di kotaNew York mengetengahkan isu bahwa hal yang sering diabaikan tapi telah melanda kebanyakan orang Amerika keturunan Asia (Asian-Americans) di abad ke-21 adalah hepatitis B kronik.

Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan farmasi raksasa Idenix dan Novartis mengungkapkan beberapa gambaran yang mengingatkan. Survey terhadap 301 pasien hepatitis kronik B (55% diantaranya adalah Amerika keturunan Asia) mengindikasikan bahwa pasien-pasien hepatitis kronik B (HKB) dan populasi umum tidak diberi informasi cukup mengenai HKB dan penyebabnya, walaupun terjadi kemiripan dengan epidemi HIV.

Di Amerika, diperkirakan 1,25 juta orang terinfeksi kritis HBV (Orang Amerika keturunan Asia lebih dari setengah dari jumlah ini). Satu dari 10 Asian-American mengalami HKB, dibandingkan satu dari 1.000 populasi umum orang Amerika. (1 dari 10 Chinese Americans; 1 dari 12 Korean Americans; 1 dari 8 Vietnamese Americans)

Seperti HIV, Hepatitis B dapat ditularkan melalui beberapa jalur. Pertama melalui jalur vertikal, yang memindahkan bahan penyebab hepatitis secara veritkal dari ibu langsung ke bayi selama periode perinatal (periode segera sebelum dan setelah melahirkan). Periode perinatal mulai antara minggu ke-20 sampai ke-28 kehamilan dan berakhir 1-4 minggu setelah kelahiran. Yang kedua adalah jalur horizontal, yang didapatkan melalui kontak dengan darah terkontaminasi baik pada hubungan badan tanpa proteksi atau penggunaan bersama jarum suntik.

Untuk penularan vertikal, Dr Calvin Pan, Direktur Kedokteran Klinis/Hepatitis Amherst Hospital dan Asisten Profesor Kedokteran Klinis Mt. Sinai School of Medicine di New York, merekomendasikan bahwa semua anak-anak dari ibu yang terinfeksi dilakukan penapisan Hepatitis B karena 90% bayi yang terinfeksi Hepatitis B saat lahir atau saat bayi akan menjadi kronik. Pan menyatakan bahwa hanya sekitar 50% anak-anak terinfeksi antara umur 1-5 tahun menjadi kronik, sehingga penyakit tersebut didapatkan saat baru lahir.

Pan mengindentifikasi kelompok risiko utama di komunitas orang-orang Asia Tenggara. Dia merekomendasikan bahwa semua imigran dari Asia Tenggara harus ditapis Hepatitis B karena mereka angka rata-rata 15-20% terkena infeksi Hepatitis B. Menurut Pan, salah satu faktor utama yang berkontribusi dalam epidemi Hepatitis B ke luar wilayah Asia adalah faktor sosial. Beberapa tahun lalu di Asia Tenggara, kebanyakan negara tidak menggunakan jarum atau peralatan medis sekali pakai atau mereka dalam daerah yang tidak di-desinfeksi dengan baik. Faktor budaya lain adalah metode pengobatan tidak konvesional dalam menangani penyakit/pengobatan holistik. Beberapa penyakit ditularkan melalui jalur tradisional untuk menangani orang. Contohnya tubuh dapat menyebabkan pendarahan berlanjut, menjadi kasar dan telah diusulkan sebagai modus untuk menularkan penyakit. Kebanyakan kita tahu mengenai bagian akupunktur dan di Asia Tenggara kebanyakan negara masih mempraktekannya. Jika Anda tidak punya jarum yang sangat bersih dan bebas kuman, maka dapat menularkan Hepatitis B.

Pan juga menekankan faktor lingkungan seperti pelayanan pra kelahiran dan pasca kelahiran yang baik sebagai variabel yang berperan. Vaksinasi pada bayi baru lahir dan ibu yang terinfeksi adalah penting dan peringatan ini tidak dihiraukan di beberapa negara, lanjut Pan.

Hepatitis B lebih prevalen di Asia dibandingkan tempat lain. Apakah mereka yang terkena Hepatitis B mengetahui bagaimana ditularkan ? Data survey menunjukkan bahwa mayoritas responden mengidentifikasi dengan tepat transfusi darah (78%) dan kontak seksual (68%) sebagai sumber utama penyebaran virus. Tapi, 36% responden percaya bahwa menggunakan bersama alat yang terinfeksi penderita Hepatitis B akan menyebarkan virusnya. Sebanyak 23% mengatakan bahwa hidup menggunakan perlengkapan yang sama dengan penderita dapat menyebarkan Hepatitis B. Sementara itu, 9% percaya bahwa kontak sosial seperti jabat tangan juga dapat menyebarkan virus. Dr pan menambahkan bahwa telah terjadi kesalahkan penerimaan mengenai Hepatitis B seperti pada HIV.

2 thoughts on “Epidemi virus hepatitis B (HBV) di Asia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s