<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Enterobacter sakazakii yang Kita Ributkan itu !</title>
	<atom:link href="http://drhandri.wordpress.com/2008/03/01/enterobacter-sakazakii-yang-kita-ributkan-itu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://drhandri.wordpress.com/2008/03/01/enterobacter-sakazakii-yang-kita-ributkan-itu/</link>
	<description>mencoba menumpahkan segala isi hati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Nov 2009 01:14:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: drhandri</title>
		<link>http://drhandri.wordpress.com/2008/03/01/enterobacter-sakazakii-yang-kita-ributkan-itu/#comment-36</link>
		<dc:creator>drhandri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 01:16:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://drhandri.wordpress.com/?p=311#comment-36</guid>
		<description>sdr riza yth

yang benar pada saat2 ini adalah jangan membuat bingung dan resah rakyat. bila memang ditemukan enterobacter sakazakii sekalian saja diungkapkan merek apa, itu harapan rakyat di daerah. mungkin masyarakat tidak tau etika penelitian namun hal itu lumrah wong namanya juga rakyat. dan harusnya ipb tetap konsisten bila memang berpendapat demikian. bukan terkesan plin plan. (baca berita jawa pos 1 maret 2008). itu solusi dari saya yang sekarang hidup ditengah masyarakat didaerah. akademisi di center pendidikan boleh berkata ini demi etika penelitian, namun masyarakat pasti bingung mendengarnya.

maafkan saya bila saya menganggap demo bukanlah cara terpelajar untuk menyampaikan pendapat. dulu saya juga bekas mahasiswa yang juga suka berdemo. namun sekarang, saya pandang demo bukanlah cara tepelajar untuk menyampaikan pendapat. masyarakat sidoarjo demo menutup akses jalan umum itu hanya membuat masyarakat lain pengguna jalan merasa marah. civitas ipb demo, masyarakat juga tambah resah karena tetap bertanya-tanya merek susu apa yang ada bakteri sakazakii. itu realitas. bila ada profesi yang merasa dipinggirkan saya rasa tidak tepat. rasa terpinggirkan hanya semata perasaan kekurangpedean bari kelompok itu sendiri. makanya mari kita sama-sama pede dengan profesi kita masing-masing.

salam hangat dari saya didaerah pada anda dan seluruh civitas ipb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sdr riza yth</p>
<p>yang benar pada saat2 ini adalah jangan membuat bingung dan resah rakyat. bila memang ditemukan enterobacter sakazakii sekalian saja diungkapkan merek apa, itu harapan rakyat di daerah. mungkin masyarakat tidak tau etika penelitian namun hal itu lumrah wong namanya juga rakyat. dan harusnya ipb tetap konsisten bila memang berpendapat demikian. bukan terkesan plin plan. (baca berita jawa pos 1 maret 2008). itu solusi dari saya yang sekarang hidup ditengah masyarakat didaerah. akademisi di center pendidikan boleh berkata ini demi etika penelitian, namun masyarakat pasti bingung mendengarnya.</p>
<p>maafkan saya bila saya menganggap demo bukanlah cara terpelajar untuk menyampaikan pendapat. dulu saya juga bekas mahasiswa yang juga suka berdemo. namun sekarang, saya pandang demo bukanlah cara tepelajar untuk menyampaikan pendapat. masyarakat sidoarjo demo menutup akses jalan umum itu hanya membuat masyarakat lain pengguna jalan merasa marah. civitas ipb demo, masyarakat juga tambah resah karena tetap bertanya-tanya merek susu apa yang ada bakteri sakazakii. itu realitas. bila ada profesi yang merasa dipinggirkan saya rasa tidak tepat. rasa terpinggirkan hanya semata perasaan kekurangpedean bari kelompok itu sendiri. makanya mari kita sama-sama pede dengan profesi kita masing-masing.</p>
<p>salam hangat dari saya didaerah pada anda dan seluruh civitas ipb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: riza</title>
		<link>http://drhandri.wordpress.com/2008/03/01/enterobacter-sakazakii-yang-kita-ributkan-itu/#comment-34</link>
		<dc:creator>riza</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 16:18:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://drhandri.wordpress.com/?p=311#comment-34</guid>
		<description>dr handri Yth

ok kalo anda punya pendapat yang berbeda.... but tolong donk kasih solusi bagaimana cara mengedepankan otak, dan apa menurut anda cara yang ditempuh selama ini masih mengedepankan dengkul (mungkin itu maksud anda). Selain mengkritik sebaiknya anda memberikan solusi...

mungkin solusi anda bisa menjadi masukan buat civitas IPB untuk lebih memakai otaknya, karena mungkin anda lebih punya otak.... atau mungkin anda punya data yang bisa melawan hasil penelitian disana?

teman2 civitas IPB disana melakukan demo bukan hanya untuk membuktikan diri paling benar tapi hanya untuk menunjukan solidaritas terhadap Profesi dan institusi yang terasa dikesampingkan dan tidak dihargai oleh pihak lain. kalo anda berhak mempunyai pendapat tentu anda tahu civitas IPB juga berhak punya pendapat dan menyalurkan pendapat dengan salah satu caranya berdemo dan cara lainnya misalnya melalui surat terbuka terhadadap pihak tertentu/ menjelaskan hasil penelitiannya kepada masyarkat sesuai proporsinya. berdemo adalah salah satu cara mengungkapkan pendapat. tolong anda hargai itu dan tidak menyebutnya bodoh/mengenyampingkan otak. 

atau ada yang salah dengan demo yang dilakukan sehingga disebut mengenyampingkan otak?
 
Sebagai orang yang sama2 mempunyai kode etik dan disumpah.... mari kita bersama2 membangun kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dengan cara saling melengkapi dan memberi kritik yang membangun. saya yakin anda sebagai profesional dilapangan dapat memberi masukan yang berarti buat peneliti dimanapun, dan diinstitusi manapun...... dan dengan basic penelitian apapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dr handri Yth</p>
<p>ok kalo anda punya pendapat yang berbeda&#8230;. but tolong donk kasih solusi bagaimana cara mengedepankan otak, dan apa menurut anda cara yang ditempuh selama ini masih mengedepankan dengkul (mungkin itu maksud anda). Selain mengkritik sebaiknya anda memberikan solusi&#8230;</p>
<p>mungkin solusi anda bisa menjadi masukan buat civitas IPB untuk lebih memakai otaknya, karena mungkin anda lebih punya otak&#8230;. atau mungkin anda punya data yang bisa melawan hasil penelitian disana?</p>
<p>teman2 civitas IPB disana melakukan demo bukan hanya untuk membuktikan diri paling benar tapi hanya untuk menunjukan solidaritas terhadap Profesi dan institusi yang terasa dikesampingkan dan tidak dihargai oleh pihak lain. kalo anda berhak mempunyai pendapat tentu anda tahu civitas IPB juga berhak punya pendapat dan menyalurkan pendapat dengan salah satu caranya berdemo dan cara lainnya misalnya melalui surat terbuka terhadadap pihak tertentu/ menjelaskan hasil penelitiannya kepada masyarkat sesuai proporsinya. berdemo adalah salah satu cara mengungkapkan pendapat. tolong anda hargai itu dan tidak menyebutnya bodoh/mengenyampingkan otak. </p>
<p>atau ada yang salah dengan demo yang dilakukan sehingga disebut mengenyampingkan otak?</p>
<p>Sebagai orang yang sama2 mempunyai kode etik dan disumpah&#8230;. mari kita bersama2 membangun kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dengan cara saling melengkapi dan memberi kritik yang membangun. saya yakin anda sebagai profesional dilapangan dapat memberi masukan yang berarti buat peneliti dimanapun, dan diinstitusi manapun&#8230;&#8230; dan dengan basic penelitian apapun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: drhandri</title>
		<link>http://drhandri.wordpress.com/2008/03/01/enterobacter-sakazakii-yang-kita-ributkan-itu/#comment-32</link>
		<dc:creator>drhandri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 15:42:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://drhandri.wordpress.com/?p=311#comment-32</guid>
		<description>sdr riza yth,

terimakasih tanggapan anda dan terimakasih untuk mampir ketempat praktek saya. mahasiswa (bila anda merasa) hanya mengedepankan otak untuk mengemukakan pendapat. demo yang anda tampilkan saya rasa jauh dari kesan itu. dan bukan saya menganggap bodoh orang sidoarjo lho. rakyat sidoarjo memang didhzolimi oleh lapindo. sedangkan ipb khan tidak. ya.. publik bisa menilai sendiri lah dan semua orang termasuk saya berhak mempunyai pendapat apapun itu meski menyakitkan anda. satu lagi saya tidak merendahkan profesi lain... anyway, thanks for your attention.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sdr riza yth,</p>
<p>terimakasih tanggapan anda dan terimakasih untuk mampir ketempat praktek saya. mahasiswa (bila anda merasa) hanya mengedepankan otak untuk mengemukakan pendapat. demo yang anda tampilkan saya rasa jauh dari kesan itu. dan bukan saya menganggap bodoh orang sidoarjo lho. rakyat sidoarjo memang didhzolimi oleh lapindo. sedangkan ipb khan tidak. ya.. publik bisa menilai sendiri lah dan semua orang termasuk saya berhak mempunyai pendapat apapun itu meski menyakitkan anda. satu lagi saya tidak merendahkan profesi lain&#8230; anyway, thanks for your attention.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
