Informasi yang mungkin berguna bagi kita tentang Enterobacter sakazakii yang tengah kita ributkan minggu-minggu ini. Info diambil dari wikipedia indonesia.
Enterobacter sakazakii berkerabat dekat dengan Salmonella dalam keluargaEnterobacteriaceae , Gram negatif, oksidasi negatif, anaerob fakultatif, batang, tidak berspora dan akan mati dalam proses Pasteurisasi, motile (bergerak aktif), memfermentasi glukosa.
Enterobacter sakazakii dapat kita temukan di beberapa lingkungan industri makanan (pabrik susu, coklat, kentang, cereal, dan pasta), lingkungan berair, sediment tanah yang lembab. Dalam beberapa bahan makanan yang potensi terkontaminasi E. sakazakii antara lain keju, sosis, daging cincang awetan, sayuran, dan susu bubuk. Serta pernah ditemukan pada beberapa jenis serangga, tikus, rumah sakit, dan organ serta cairan dari makhluk hidup.
Faktor yang mendukung pertumbuhan E. sakazakii yaitu: Nutrisi (ceceran powder, Carbon, Nitrogen, Sulfur, Fosfor, Vitamin, dan Trace element), Air (udara lembab), Oksigen (udara), Waktu untuk berkembang biak, Suhu yang sesuai. Susu Infant Milk formula (untuk 0-6 bulan) merupakan media yang potensial bagi infeksi E. sakazakii pada bayi, terutama bagi:
1. Bayi yang baru lahir sampai usia 28 hari.
2. Bayi premature
3. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
4. Bayi dengan gangguan fungsi kekebalan tubuh
E. sakazakii sangat berbahaya bagi bayi pada kondisi diatas, karena dapat menyebabkan antara lain Meningitis (radang selaput otak), Necrotizing Enteroclitis (radang usus), Sepsis, Bacteremia (peningkatan jumlah bacteri dalam darah), Brain cyst (kista otak). Mikroorganisme yang menghasilkan koloni-koloni kuning pada TSA (Tryptone Soya Agar), menghasilkan positif α-glicosidase, reaksi Tween 80 esterase dan juga berbanding lurus dengan identifikasi dengan API 32E (profil biokimia dari E. sakazakii hampir serupa dengan E. cloacae kecuali memproduksi pigmen kuning, aktivitas α-glicosidase dan aktivitas Tween 80 esterase, E. sakazakii disebut sebagai E. cloacae yang berpigmen kuning.
Posted by dani on March 2, 2008 at 5:19 am
tambah lagi catetan saya ttg dokter yg menulis bakteri ini di Inet
Posted by Susu Formula dan Enterobacter sakazakii » Dani Iswara .Net » Medical Doctor on the Blog on March 2, 2008 at 5:20 am
[...] juga: Enterobacter sakazakii, siapa sih lu? Susu Formula itu kini Bermasalah Enterobacter sakazakii yang Kita Ributkan itu Share : These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web [...]
Posted by riza on March 2, 2008 at 1:39 pm
dr handri
tolong hargai profesi, institusi yang lain yah, komentar anda di web IPB bisa memancing kekeruhan lagi. saya yakin anda dr dan mampu berpikir seperti dr. sehingga anda tidak hanya menyinggung institusi tetapi juga warga sidoarjo dengan menyebut bodoh. saya yakin anda mengerti karena anda dr kan.
thanks man
riza
Posted by drhandri on March 2, 2008 at 3:42 pm
sdr riza yth,
terimakasih tanggapan anda dan terimakasih untuk mampir ketempat praktek saya. mahasiswa (bila anda merasa) hanya mengedepankan otak untuk mengemukakan pendapat. demo yang anda tampilkan saya rasa jauh dari kesan itu. dan bukan saya menganggap bodoh orang sidoarjo lho. rakyat sidoarjo memang didhzolimi oleh lapindo. sedangkan ipb khan tidak. ya.. publik bisa menilai sendiri lah dan semua orang termasuk saya berhak mempunyai pendapat apapun itu meski menyakitkan anda. satu lagi saya tidak merendahkan profesi lain… anyway, thanks for your attention.
Posted by riza on March 3, 2008 at 4:18 pm
dr handri Yth
ok kalo anda punya pendapat yang berbeda…. but tolong donk kasih solusi bagaimana cara mengedepankan otak, dan apa menurut anda cara yang ditempuh selama ini masih mengedepankan dengkul (mungkin itu maksud anda). Selain mengkritik sebaiknya anda memberikan solusi…
mungkin solusi anda bisa menjadi masukan buat civitas IPB untuk lebih memakai otaknya, karena mungkin anda lebih punya otak…. atau mungkin anda punya data yang bisa melawan hasil penelitian disana?
teman2 civitas IPB disana melakukan demo bukan hanya untuk membuktikan diri paling benar tapi hanya untuk menunjukan solidaritas terhadap Profesi dan institusi yang terasa dikesampingkan dan tidak dihargai oleh pihak lain. kalo anda berhak mempunyai pendapat tentu anda tahu civitas IPB juga berhak punya pendapat dan menyalurkan pendapat dengan salah satu caranya berdemo dan cara lainnya misalnya melalui surat terbuka terhadadap pihak tertentu/ menjelaskan hasil penelitiannya kepada masyarkat sesuai proporsinya. berdemo adalah salah satu cara mengungkapkan pendapat. tolong anda hargai itu dan tidak menyebutnya bodoh/mengenyampingkan otak.
atau ada yang salah dengan demo yang dilakukan sehingga disebut mengenyampingkan otak?
Sebagai orang yang sama2 mempunyai kode etik dan disumpah…. mari kita bersama2 membangun kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dengan cara saling melengkapi dan memberi kritik yang membangun. saya yakin anda sebagai profesional dilapangan dapat memberi masukan yang berarti buat peneliti dimanapun, dan diinstitusi manapun…… dan dengan basic penelitian apapun.
Posted by drhandri on March 4, 2008 at 1:16 am
sdr riza yth
yang benar pada saat2 ini adalah jangan membuat bingung dan resah rakyat. bila memang ditemukan enterobacter sakazakii sekalian saja diungkapkan merek apa, itu harapan rakyat di daerah. mungkin masyarakat tidak tau etika penelitian namun hal itu lumrah wong namanya juga rakyat. dan harusnya ipb tetap konsisten bila memang berpendapat demikian. bukan terkesan plin plan. (baca berita jawa pos 1 maret 2008). itu solusi dari saya yang sekarang hidup ditengah masyarakat didaerah. akademisi di center pendidikan boleh berkata ini demi etika penelitian, namun masyarakat pasti bingung mendengarnya.
maafkan saya bila saya menganggap demo bukanlah cara terpelajar untuk menyampaikan pendapat. dulu saya juga bekas mahasiswa yang juga suka berdemo. namun sekarang, saya pandang demo bukanlah cara tepelajar untuk menyampaikan pendapat. masyarakat sidoarjo demo menutup akses jalan umum itu hanya membuat masyarakat lain pengguna jalan merasa marah. civitas ipb demo, masyarakat juga tambah resah karena tetap bertanya-tanya merek susu apa yang ada bakteri sakazakii. itu realitas. bila ada profesi yang merasa dipinggirkan saya rasa tidak tepat. rasa terpinggirkan hanya semata perasaan kekurangpedean bari kelompok itu sendiri. makanya mari kita sama-sama pede dengan profesi kita masing-masing.
salam hangat dari saya didaerah pada anda dan seluruh civitas ipb.