Vitamin B6 untuk perbaikan tardive diskinesia

vit-b6.jpgKalbe.co.id – Salah satu efek samping penggunaan obat neuroleptik jangka panjang adalah terjadi Parkinson sampai tardive diskinesia. Dalam sebuah penelitian terhadap penggunaan vitamin B6 dosis tinggi 1200 mg sekali sehari ternyata terbukti efektif dan aman dalam mengobati efek samping yang terjadi akibat pemakaian obat antipsikotik yang dialami oleh pasien skizofrenia. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Vladimir Lerner dari Universitas Ben Gurion di Be’er-Sheva ini telah dimuat dalam Journal of Clinical Psychiatry 2007. Potensi penggunaan vitamin B6 yang digunakan untuk mengobati tardive diskinesia dirasakan oleh penelitinya dapat memberikan arti penting untuk mengatasi efek samping penggunaan antipsikotik, yang banyak ditemukan dalam praktek sehari-hari. Penelitian dengan metode acak buta ganda ini mencoba memberikan secara acak antara vitamin B6 atau plasebo selama 12 minggu. Selanjutnya setelah pengobatan diikuti dengan periode “washout” selama 2 minggu dan kemudian dilakukan pengalihan dengan terapi yang lain selama 12 minggu. Penilaian hasil penelitian dilakukan dengan melihat nilai dari skala Extra-pyramidal Symptom Rating Scale (ESRS) dari saat baseline dan di akhir penelitian. Dari hasil penilaian pada saat baseline sebelum diterapi dengan vitamin atau plasebo, skala yang didapat adalah 4,3 dan 4,1. Setelah dilakukan pencatatan ternyata nilai dari skala menurun hingga 2,4 poin dengan menggunakan vitamin B6 jika dibandingkan dengan plasebo hanya 0,2 saja dan kemaknaan penelitian ini sangat baik (p < 0.0001). Nilai tengah dari penilaian skor subskala parkinsonisme dari 28,3 menjadi 9.8 dimana selisih poinnya adalah 18,5 poin dengan diberikannya vitamin B6 dibandingkan dengan penurunan dari 26,8 menjadi 25,4 selisihnya hanya 1, 4 poin saja dengan plasebo (p < 0.00001). Skor dari subskala tardive diskinesia yang didapatkan adalah 9,9 menjadi 4, 7 selisihnya adalah 5,2 poin untuk pemberian vitamin B6 dan justru bertambah 0,8 dari 6,6 menjadi 7,4 untuk plasebo (p < 0.0001). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian vitamin B6 hingga 1200 mg perhari dapat ditoleransi oleh pasien, dan dapat dicatat sebagai terapi yang dapat dipakai untuk mengoreksi terjadinya efek samping. Observasi klinis dari penelitian yang lamanya sekitar 3 tahun follow up ini tidak ditemukan adanya efek samping lain dan pasien masih tetep menggunakan vitamin B6 untuk melihat dosis yang lazim digunakan, tetapi hasil penelitian masih belum diketahui. Sebelum penelitian tersebut dilakukan, pada tahun 1999 penelitian pernah terhadap pemakaian vitamin B6 juga pernah dilakukan sebagai penelitian awal, dimana dosis vitamin B6 adalah 100 mg perhari yang ditambahkan dalam pengobatan pasien. Pasien yang diberikan vitamin B6 ini jumlah yang diamati sangat kecil yaitu 5 pasien saja yang menderita tardive. Penelitian secara open label ini lamanya hanya 4 minggu. Beratnya gerakan involunter diamati dengan skala AIMS (the Abnormal Involuntary Movement Scale), Skala BARS (Barnes Akathisia Rating Scale) dan Skala SAS (Simpson-Angus Scale). Disamping itu skala BPRS (the Brief Psychiatric Rating Scale) juga dinilai (BPRS). Dengan penambahan vitamin B6 terhadap 4 pasien ternyata secara klinis dapat mengalami perubahan gerakan secara bermakna lebih dari 30% perbaikan dari skala pengukuran, bahkan juga untuk gejala positif dan negatif yang diamati dari skala BPRS. Tidak ada satupun pasien yang mengalami efek samping.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s