Lebih tua lebih baik : Top 10 perbandingan obat-obat diabetes menempatkan metformin pada tingkat paling tinggi

diabetes1.jpgKalbe.co.id – Menurut para peneliti dari John Hopkins Medical Institutions, obat diabetes tipe 2 yang digunakan secara oral dan secara luas digunakan lebih dari satu dekade ditemukan memmpunyai keunggulan dibandingkan 9 lainnya, yang kebanyakan pengobatan baru yang digunakan untuk mengontrol penyakit kronis tersebut.

Menurut laporan yang dipublikasikan online dalam jurnal Annals of Internal Medicine edisi 16 Juli, tim dari Hopkins menermukan bahwa metformin, obat yang pertama kali disetujui FDA tahun 1995, tidak hanya mengontrol gula darah tapi juga tampaknya lebih sedikit meningkatkan berat badan dan lebih banyak menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah dibandingkan yang lainnnya.

Para peneliti mengatakan bahwa manfaat kesehatan ini penting karena mereka dapat secara potensial menangkal penyakit jantung dan konsekuensi lain yang membahayakan jiwa dari diabetes. Shari bolen, M.D., seorang internis di John Hopkins dan pemimpin penulis studi ini mengatakan bahwa kadang-kadang lebih baru tidak berarti lebih baik. Hal mengenai kadar gula darah, peningkatan berat badan dan biaya dapat merupakan faktor siginifikan pada beberapa pasien yang berjuang untuk tetap dalam kondisi sehat.

Dalam perbandingan obat diabetes terbesar yang diyakini saat ini, para ahli menunjukkan bahwa semua pengobatan oral yang biasa digunakan bekerja hampir sama dalam menurunkan dan mengontrol kadar gula darah dan keamanannya sebanding. Tapi, metformin menonjol karena memberikan tingkat efektivitas yang sama tanpa menurunkan angka glukosa terlalu banyak dan memilki harga lebih murah.

Metformin diketahui menurunkan LDL atau kolesterol jahat sekitar 10 mg/dl dalam darah, sedangkan pengobatan lebih baru seperti pioglitazone dan rosiglitazone, atau biasa disebut golongan tiazoldinedion, ditemukan memiliki efek berlawanan, meningkatkan kadar lemak penyebab sumbatan arteri dengan jumlah yang sama.

Para peneliti mengatakan bahwa kekurangan utama metformin adalah masalah pencernaan dan diare. Laporan sebelumnya menemukan bukti bahwa pengobatan ini mengarah pada penumpukkan asam laktat dalam darah pada orang dengan penyakit jantung dan ginjal moderat, dan mereka menyarankan tidak diresepkan kepada siapapun dengan kondisi ini. Keuntungan utama kedua golongan tiazoldinedion terbaru adalah sedikit meningkatkan HDL atau kolesterol baik dan lebih sedikit ‘terlalu menurunkan’ kadar gula darah dibandingkan 3 obat lainnya yang lebih murah, yaitu glimepiride, glizipide dan glyburide, yang dikenal sebagai sulfonilurea generasi kedua.

Pananganan tahunan dengan metformin atau sulfonilurea menghabiskan biaya rata-rata $100, secara kasar sekitar seperempat biaya pengobatan oral diabetes yang disetujui FDA berikutnya, termasuk kedua golongan tiazoledinedion terbaru, yang keduanya disetujui tahun 1999. Menurut bolen, ketika kita menghadapi epidemi seperti diabetes, hal yang penting untuk orang-orang mempertimbangkan pilihan penanganannya bersama-sama dengan dokternya dan membuat keputusan yang paling cocok dengan kebutuhan mereka.

Di dalam studinya, bolen dan koleganya mengkaji ulang bukti-bukti ilmiah dari 216 studi sebelumnya dan membandingkan setiap obat untuk efektivitas, risiko dan biayanya.Selain metformin, tiazoldinedion dan sulfonilurea, obat yang dimasukkan dalam analisis mereka adalah repaglinide, miglitol, acarbose dan netaglinide. Diantara temuan lain dari tim ini yaitu glimepiride, glizipide dan glyburide lebih sering terlalu menurunkan kadara gula darah dibandingkan obat lainnya. Sulfonilurea dan acarbose tampaknya tidak berefek pada kolesterol jahat. Selain metformin dan acarbose, penanganan obat dapat meningkatkan berat badan dari 0,5 sampai 5,5 kg.

Para peneliti juga mencatat peningkatan risiko gagal jantung, walaupun sangat kecil (kurang dari 1 diantara 100 orang) pada orang-orang yang menggunakan tiazoldinedion yang tidak ada sejarah penyakit jantung. Mereka juga mengingatkan bahwa walaupun laporan baru-baru ini mengenai potensi meningkatkan risiko serangan jantung dari rosiglitazone, belum ada cukup informasi untuk memverifikasi temuan ini.

Para peneliti mengatakan perlunya studi lebih lanjut untuk membandingkan efektivitas jangka panjang satu penanganan dengan yang lain dan membandingkan efek obat pada kualitas hidup dan umur harapan hidup. Penelitian tambahan juga diperlukan untuk membandingkan temuan-temuan ini dengan hasil dari pengobatan injeksi untuk diabetes, kebanyakan adalah insulin, yang tidak dimasukkan dalam laporan terbaru ini.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

8 gagasan untuk “Lebih tua lebih baik : Top 10 perbandingan obat-obat diabetes menempatkan metformin pada tingkat paling tinggi

  1. Diabetes mellitus tipe I merupakan penyakit yang timbul karena pankreas tidak dapat menghasilkan insulin secara maksimal atau tidak bisa sama sekali.
    cara kerja metformin adalah menghambat pembentukan gula di hati dan meningkatkan kerja dari reseptor insulin sehingga gula dalam darah dapat cepat turun.Tapi metformin tidak meningkatkan sekresi dari insulin.
    Jadi metformin tidak dapat digunakan sebagai obat tunggal dalam pengobatan DM I tapi dapat dikombinasi dengan obat lain yang mensekresi insulin ( golongan sulfonilurea). Metfoemin juga dapat menurunkan berat badan sehingga bagus bagi penderita DM yang obesitas tanpa menyebabkan hipoglikemik(gula darah lebih rendah dari normal yang bisa menyebabkan kematian). kombinasi meyformin harus diperhatikan.

  2. Saya hanya mau menambahkan , dr Handri bisa baca rangkuman Prof Askandar bahwa keuntungan metformin banyak sekali ada sekitar 32 efek pleiotropik dari metformin. Saya juga pakai metfrmin baik single maupun saya kombinasi dengan OAD lain dan hasilnya pada pasien memang bagus. Dan yang tidak kalah penting harganya terjangkau bagi pasien.

  3. Ibu saya dinyatakan mengidap DM karena pada saat dicek gula darahnya 457, langsung dirawat dirumkit dan setiap hari di sleeding scale gds-nya. selama 3 hari opname gula darahnya selalu dibawah 200 ( antara 130-185), lalu karena ad bisul yang habis dibedah dokter menyarankan untuk diberikan suntikan insulin sebanyak 10unit sehari 3x, lalu selama 2 hari kemudian gds ibu saya antara 130-150. sampai akhirnya pulang kerumah dengan gds 113.
    yg saya tanyakan apakah “apakah dengan kadar gds yang <200 harus tetap disuntikan insulin?? sy masih tidak familiar dgn hal ini. maunya ibu saya diberikan obat oral saja tp dokter blm mengijinkan karena msh ada luka bekas bisul yang belum menutup. ibu saya sekarang diet ketat (hanya makan kentang-tahu) sehari 2 x . tapi akhirnya ibu saya berkeyakinan sendiri tidak mau nyuntik lagi sehingga sekarang mengkonsumsi obat penurun gula darah sehari 1x. mohon saran dan infonya…tks

  4. Saya 52 Tahun, berat badan 69 kg, tinggi 154 cm, sdh menkomsumsi obat hypertensi sejak November 2009 . selama peride 2009-2011 saya juga mengkonsumsi penurun kholesterol selama 2 bulan persemester. Hasil Lab 4 bulan yll saya didiagnosa prae diabet, terakhir hasil lab desember 2011 gula darah puasa normal, sdk gula darah 2 jam setelah puasa 254, maka t saya dinyatakan menderita diabetes dan saya dikasih Metformin 500 mg (3X1 sehari). Saya ragu memakannya karena takut dr effek samping mengkonsumsi obat adalah gagal ginjal. Bgmn baiknya diet saya, apa dengan berpuasa bisa menghilangkan penyakit kholesterol dan diabetes saya,Terimakasih atas semua infonya.

    • Saya 52 Tahun, berat badan 69 kg, tinggi 154 cm, sdh menkomsumsi obat hypertensi sejak November 2009 . selama peride 2009-2011 saya juga mengkonsumsi penurun kholesterol selama 2 bulan persemester. Hasil Lab 4 bulan yll saya didiagnosa prae diabet, terakhir hasil lab desember 2011 gula darah puasa normal, sdk gula darah 2 jam setelah puasa 254, maka t saya dinyatakan menderita diabetes dan saya dikasih Metformin 500 mg (3X1 sehari). Saya ragu memakannya karena takut dr effek samping mengkonsumsi obat adalah gagal ginjal. Bgmn baiknya diet saya, apa dengan berpuasa bisa menghilangkan penyakit kholesterol dan diabetes saya,Terimakasih atas semua infony

  5. saya penderita dm tp gk tw tipe 1 atau 2. tp yang pasti ke dua ortu saya juga mengalami hal yg sama. saya sudah menderita 3 thn dan saat ini usia saya 38 thn. berat badan saya skr sekitar 48-50 kg dr semula di atas 65 kg..dgn tgi badan 172. saya ingin tw apakah penderita diabetes dapat disembuhkan atau hanya dapat di kontrol saja gula darahnya..soalnya saya melihat di internet byk sekali obat herbal yg dapat menyembuhkan diabetes. dan saya ingin berat badan saya dapat naik kembali…saat ini saya rutin makan oat di campur susu diabetasol dan pemanis non kalori…di samping itu saya jg makan seabuckthorn serta kadang2 obat dari dokter seperti yang terakhir adalah januvia 100 mg dan metforminoh. mohon penjelasannya atau saran yg berguna tuk kondisi saya ini. (oh ya perlu diketahui bulan sebelum saya mengkonsumsi obat herbal dari sinshe p-king dan ternyata selama saya mengkonsumsi keadaan fisik saya sangat enak krn obatnya sangat2 mahal maka saya hanya konsumsi sebulan saja dan 3 mgu tanpa makan obat lg ternyata gula darah saya meningkat kategori high)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s