Ondansetron untuk terapi tardive diskinesia akibat efek samping terapi antipsikotik

tardive-diskinesia.jpgKalbe.co.id – Tardive diskinesia perupakan gangguan gerak sebagai kelanjutan akhir dari penyakit Parkinson. Tardive diskinesia sering muncul akibat penggunaan obat-obatan neuroleptik yang mengganggu kadar dopamine pada jalur nigrostriatal, salah satu jalur yang bertanggung jawab terhadap fungsi ekstrapiramidal. Hal ini muncul akibat penggunaan obat-obatan neuroleptik yang justru akan semakin menurunkan kadar neurotransmitter dopamine sehingga kadar dopamine akan terganggu dan mengakibatan terjadinya efek samping ekstrapiramidal. Pada awalnya akan muncul Parkinson hingga akhirnya akan mengakibatkan Tardive diskinesia. Penggunaan obat neuroleptik seperti antipsikotik tipikal atau golongan konvensional sering mengakibatkan terjadinya efek samping ini. Solusi yang saat ini telah dilakukan oleh para dokter adalah menurunkan dosis obat atau menggantinya dengan golongan yang lain yaitu golongan atipikal antipsikotik. Itupun tidak banyak memberikan manfaat. Selain mengganti obat, selama ini juga diberikan antiparkinson yang dapat meningkatkan kadar dopamine, yaitu dengan memberikan preparat Trihexyphenidyl (Artane) , tetapi hasil terapinya tidak begitu baik justru menimbulkan efek samping antikolinergik. Tidak jarang Tardive diskinesia menjadi resisten terhadap pengobatan.

Pada tahun 2000, pernah dimuat di salah jurnal psikiatri terkemuka di Amerika mengenai hasil penemuan dari sebuah alternatif terapi yang dapat dipakai untuk mengatasi Tardive diskinesia akibat efek samping penggunaan obat-obat antipsikotik. Obat yang dimaksud adalah antimuntah golongan Antagonis Serotonin tipe 3, Ondansetron.

Penelitian ini dilakukan di beberapa RS di Israel diantaranya di RS Jiwa Abarbane, Bagian Neurologi RS. Sourasky di Tel Aviv serta Fakultas Kedokteran Universitas Tel-Aviv. Ondansetron yang diteliti bukannya untuk mengatasi muntah tetapi digunakan untuk mengatasi Tardive diskinesia. Peneliti sebelumnya juga telah mengamati terhadap beberapa obat yang bekerja menekan reseptor, dan dianggap sukses, dan diantaranya adalah obat golongan Antagonis reseptor Serotonin tipe 3. Menurut teori yang dikemukakan oleh penelitinya bahwa modulasi neurotransmitter Serotonin pada area striatum dopamine dapat dapat mempengaruhi adanya gerakan diskinesia (kekakuan).

Kelebihan dopamine mungkin dikuatkan oleh lepasnya serotonin pada otak. Perbaikan Tardive diskinesia dengan penggunaan Cyproheptadine,antagonis dari serotonin juga telah dicatat. Karena Ondansetron bekerja secara selektif dalam menghambat reseptor Serotonin tipe 3 yang digunakan sebagai preventif muntah, ternyata efikasi, keamanan dan tolerabilitasnya terhadap pasien tardive pada penelitian jangka pendek dan metode yang dpakai adalah secara open label hasilnya cukup baik.

Penelitian yang dilakukan masih berskala kecil yaitu terhadap 20 pasien yang didiagnosis skizofrenia menurut kriteria DSM IV dimana 5 pasien laki-laki dan sisanya adalah wanita , usia sekitar 69,8 tahun. Semua pasien telah dinilai dengan menggunaan kriteria tertentu, mengalami Tardive diskinesia ringan dan semuanya telah mengalami diskinesia kurang lebih 6 bulan saat sejak dinilai, dan lamanya menderita adalah 9,8 tahun. Tardive diskinesia telah stabil sampai 3 bulan sebelum diteliti dan kemudian diamati dengan skala untuk menilai gerakan yaitu AIMS (Abnormal Involuntary Movement Scale), jumlahnya 6 skor, dan semua pasien tidak sedang menjalani pengobatan yang serius dan mempunyai penyakit neurology saat dibacakan informed consent.

Dosis Ondansetron untuk terapi ini adalah 8 mg/hari pada minggu pertama penelitian, ditingkatkan sampai 12 mg/hari (diberikan 8 mg pada pagi hari dan 4 mg pada malam hari), dosis ini diberikan dari minggu ke 2 hingga minggu ke 12. Selama penelitian dosis penggunaan obat psikotropik sama sekali tidak ada perubahan, jadi tetap diberikan.

Hasil penelitian ini juga didapatkan penurunan yang bermakna terhadap perbaikan terhadap gejala positif dan negatif.

Secara keseluruhan tital skor AIMS nermakna menurun selama penelitian, secara klinik Ondansetron mempengaruhi parahnya Tardive diskinesia dan penurunan dari hasil scoring sampai 75 % ditemukan pada 13 pasien.

Kesimpulan penelitian : Ondansetron mungkin bisa dijadikan alternatif pilihan bagi pasien skizofrenia yang mengalami efek samping Tardive diskinesia akibat pemakaian obat antipsikotik, dengan keamanan yang baik dan dapat ditoleransi oleh pasien.

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu gagasan untuk “Ondansetron untuk terapi tardive diskinesia akibat efek samping terapi antipsikotik

  1. Dr. Handri.
    I have to say that your little speech was great!! I have certain problems understandins some parts … I hope you can publish it in english…
    Greetings
    Blanca
    Ver, Mex.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s